Sumenep, Jawa Timur — Ribuan jamaah memadati halaman Pondok Pesantren Assadad, Kamis malam (28/8/2025), dalam kegiatan Ijazah Kubro II yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ 1447 Hijriah. Kegiatan yang digelar selepas salat Isya itu berlangsung khidmat dan tertib.
Acara ini diikuti jamaah dari berbagai daerah di Madura dan sekitarnya. Sejak sore hari, arus kedatangan peserta terus meningkat hingga memenuhi area utama pesantren. Panitia menyiapkan fasilitas pendukung untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan jamaah selama kegiatan berlangsung.
Ketua Panitia, Ali Maksum, mengatakan bahwa Ijazah Kubro II merupakan bagian dari ikhtiar pesantren dalam menjaga tradisi keilmuan Islam yang bersanad.
“Ijazah Kubro ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi upaya menyambung sanad keilmuan dan amalan para ulama kepada masyarakat luas, khususnya Guru kita semua KH Thaifur Ali Wafa. Kami berharap jamaah dapat mengamalkan dengan penuh tanggung jawab dan adab,” ujar Ali Maksum di sela kegiatan.
Dalam rangkaian acara, peserta menerima pengijazahan sejumlah amalan, antara lain Hizb Imam Nawawie, Hizb Nashr Imam Al-Syadzili, Hizb Bahr Imam Al-Syadzili, serta doa-doa yang berkaitan dengan kemudahan rezeki dan urusan kehidupan. Seluruh prosesi ijazah Qubra II ini dipandu langsung oleh KH Thaifur Ali Wafa.
Menurut penuturan Imam Syadili, tingginya antusiasme jamaah menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan berbasis pesantren masih mendapat tempat kuat di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, antusiasme jamaah sangat tinggi, bahkan melebihi ijazah Qubra I. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan keilmuan yang inklusif dan bermanfaat,” ujar Penangung Jawab Dar Ma’had Assadad (Penerbit Assadad) itu.
Selain mengikuti pengijazahan, peserta juga memperoleh kitab ijazah, konsumsi, serta sertifikat keikutsertaan. Acara ditutup dengan doa bersama dan berlangsung aman hingga selesai.
Pihak pesantren berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan penguatan spiritual masyarakat, sekaligus meneladani nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.





