Sumenep, Jawa Timur — Pondok Pesantren Assadad menggelar tes kelulusan dan wisuda Program Cepat Baca Kitab Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri, Jumat (30/1/2025). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan sekali dalam setahun dengan melibatkan tim Tathimmah/TIM MIFDA sebagai utusan dari Pondok Pesantren Sidogiri.

Tes kelulusan tersebut menjadi tahap akhir evaluasi bagi para santri peserta program cepat baca kitab, yang dirancang untuk mengukur kemampuan membaca, memahami, dan menganalisis kitab kuning sesuai kaidah ilmu alat.

Penanggung jawab program, Ustadz Fudhail, menjelaskan bahwa standar kelulusan dalam program ini ditetapkan secara ketat dan terukur.

“Santri dinyatakan lulus apabila mampu membaca kitab Fathul Qarib sesuai kaidah, minimal dari awal kitab hingga bab jamaah, memahami kedudukan setiap lafadz, serta menguasai qawaid nahwu dan sharraf. Nilai minimal kelulusan ditetapkan 80,” ujarnya.

Menurutnya, tes tidak hanya menilai kelancaran membaca, tetapi juga ketepatan i‘rab, pemahaman struktur kalimat, serta penerapan kaidah nahwu-sharraf dalam teks kitab. Proses penilaian dilakukan langsung oleh tim penguji dari Sidogiri guna menjaga kualitas dan standar program.

Pelaksanaan tes berlangsung dengan tertib dan khidmat, disaksikan oleh para asatidz dan santri. Program Cepat Baca Kitab Al-Miftah sendiri merupakan salah satu metode pembelajaran kitab kuning yang telah diterapkan di berbagai pesantren, termasuk di PP Assadad, sebagai upaya percepatan penguasaan ilmu alat bagi santri.

Pihak pesantren berharap, melalui program ini, santri tidak hanya mampu membaca kitab kuning secara teknis, tetapi juga memiliki dasar keilmuan yang kuat untuk melanjutkan kajian fikih dan kitab turats secara mandiri.