Sumenep — Pondok Pesantren Assadad Tanjung Abillaits menerima kunjungan tamu mulia, Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi, yang memimpin Dauroh Ilmiyah pada malam Kamis, bertepatan dengan 29 Oktober 2025 M / 7 Jumadil Ula 1447 H. Kegiatan ini berlangsung di aula pesantren mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Atas permintaan Pengasuh Pondok Pesantren Assadad, KH. Thaifur Ali Wafa, dauroh diikuti oleh keluarga ndalem, para asatidz, serta seluruh santri dan santriwati. Acara diawali dengan lantunan shalawat oleh Grup Hadrah Al-Ittihad, dilanjutkan pembukaan resmi oleh Sayyidunal Walid KH. Thaifur Ali Wafa Muharror.
Memasuki sesi inti, para asatidz membacakan kitab-kitab salaf yang kemudian dijelaskan secara mendalam oleh Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi. Dalam suasana ilmiah yang khidmat, beliau juga membuka sesi tanya jawab, menjawab berbagai persoalan keagamaan yang diajukan santri dan santriwati.
Dalam penyampaiannya, Syaikh Muhammad Amin menekankan pentingnya ilmu alat, khususnya nahwu, dengan mencontohkan perbedaan makna kalimat Arab akibat perbedaan harakat. Beliau menjelaskan bahwa kesalahan dalam harakat dapat mengubah makna, sehingga penguasaan nahwu menjadi kunci dalam memahami nash syariat. Selain itu, beliau mengulas keterkaitan nahwu dan manthiq, serta mengingatkan kehati-hatian dalam menafsirkan Al-Qur’an agar senantiasa merujuk pada disiplin ilmu Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir yang mu‘tabar.
Baca Juga : Sejarah Awal Mula Ilmu Nahwu
Beliau juga menyinggung sejarah pemikiran Mu‘tazilah dan mengutip hadits Rasulullah ﷺ tentang perpecahan umat, menegaskan bahwa golongan yang selamat adalah mereka yang mengikuti jalan Nabi ﷺ dan para sahabat.
Rangkaian dauroh ditutup dengan maḥallul qiyām dan doa penutup yang dipimpin langsung oleh KH. Thaifur Ali Wafa Muharror. Kegiatan ini diharapkan semakin menguatkan tradisi keilmuan di Pondok Pesantren Assadad serta menambah wawasan santri dalam memahami Islam secara ilmiah dan berlandaskan manhaj Ahlussunnah wal Jama‘ah.





