Profil Pondok Pesantren Salaf Assadad Tanjung Abillaits
Pondok Pesantren Salaf Assadad Tanjung Abillaits merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang berdiri sejak tahun 1971 M. Pesantren ini didirikan oleh K.H. Ali Wafa Muharror dengan nama awal Pondok Pesantren Tanjung Abillaits. Seiring perkembangan zaman dan estafet kepemimpinan, pada tahun 1992 M pesantren ini resmi berganti nama menjadi Pondok Pesantren Assadad Tanjung Abillaits di bawah asuhan putra beliau, K.H. Thaifur Ali Wafa Muharror, dan berlokasi di Desa Ambunten Timur.
Sejak awal berdirinya, Pondok Pesantren Assadad berkomitmen menjaga tradisi pendidikan salaf klasik dengan sistem pembelajaran yang berakar kuat pada khazanah keilmuan pesantren dan metode pendidikan sebagaimana yang berkembang di pesantren-pesantren Timur Tengah. Pola pendidikan ini menitikberatkan pada pendalaman ilmu-ilmu agama, khususnya penguasaan kitab kuning sebagai fondasi utama keilmuan santri.
Dalam perjalanannya, Pondok Pesantren Assadad terus mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan membuka Program Pendidikan Diniyah Formal (PDF) sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pendidikan santri di era modern tanpa meninggalkan jati diri pesantren salaf. Selain itu, didirikan pula Pondok Kecil Al-Miftah Assadad sebagai program unggulan dalam percepatan kemampuan membaca kitab kuning.
Pondok Kecil Al-Miftah Assadad merupakan program cepat baca kitab kuning dengan menggunakan metode Al-Miftah Lil ‘Ulum, yang diadopsi dari Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Penggunaan metode ini merupakan atas saran Raden K.H. Muhammad Thaifur Ali Wafa, dengan tujuan untuk mempermudah santri dalam memahami dasar-dasar membaca kitab kuning secara sistematis dan terstruktur.
Program Pondok Kecil Al-Miftah Assadad mulai aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar sejak 20 Desember 2020, setelah sebelumnya dilakukan peletakan batu pertama pada 15 Februari 2020. Hingga saat ini, jumlah santri Pondok Kecil Al-Miftah Assadad mencapai kurang lebih 150 santri yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Pulau Madura.
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran di Pondok Kecil Al-Miftah Assadad terbagi ke dalam beberapa kelas sesuai jenjang jilid, mulai dari Jilid 1 hingga Jilid 4, kemudian dilanjutkan ke kelas Taqrib. Kenaikan jenjang dilakukan melalui tes rutin mingguan. Seluruh proses pembelajaran dibimbing oleh para asatidz yang telah memiliki sertifikasi resmi dari Pondok Pesantren Sidogiri.
Sebagai bukti keberhasilan program, Pondok Kecil Al-Miftah Assadad telah melaksanakan wisuda perdana dengan jumlah peserta sebanyak 26 santri, yang seluruhnya telah melewati rangkaian tes tulis dan tes lisan. Dalam pelaksanaan ujian tersebut, panitia secara khusus menghadirkan penguji langsung dari Pondok Pesantren Sidogiri. Prestasi membanggakan juga diraih oleh salah satu santri yang berhasil memperoleh nilai sempurna serta masuk dalam peringkat delapan besar nasional dari seluruh pengguna metode Al-Miftah Lil ‘Ulum di Indonesia.
Sebagai kelanjutan dari kelas Taqrib, Pondok Kecil Al-Miftah Assadad juga membuka kelas Takhossus, yaitu kelas lanjutan yang diperuntukkan bagi santri yang telah diwisuda dan memiliki kemampuan membaca kitab kuning. Pada jenjang ini, pembelajaran difokuskan pada pendalaman makna dan penerjemahan kitab sebagai bekal menuju penguasaan ilmu agama yang lebih mendalam dan aplikatif.